Kesan dan pesan Mengikuti Oprec ODOP
Tahun lalu, saya pernah ingin mengikuti ODOP tapi terlambat mendaftar. Syukurlah, di tahun ini saya bisa mengikuti Oprec ODOP.
ODOP adalah suatu komunitas yang mewadahi para penulis blog yang aktif menulis setiap hari. One Day One Post. Oprec (Open Recruitment) ODOP bertujuan untuk menyaring calon anggota baru di komunitas ini. Dengan syarat postingan setiap hari dan beberapa tantangan setiap pekannya, saya sampai pada hari ini.
Awal seleksi sebelum menuju oprec, ODOP meminta tulisan tentang kenakalan remaja. Mulanya, saya menganggap remeh. Ini seperti sebuah tulisan umum bak tugas di jaman sekolah saya dulu. Namun, menulis kenakalan remaja ternyata tetap jadi kesulitan mengingat saya sudah lama lulus sekolah. Entah bagaimana dengan calon peserta lain yang usianya jauh di atas saya. Tentu tantangannya jadi lebih berat. Dengan tulisan yang saya buat sepenuh hati, saya pun mengisi formulir pendaftaran. Daaan, saya lulus seleksi. Oprec ODOP pun dimulai.
Para peserta, mentor, dan penanggung jawab dikumpulkan di satu grup wa bernama Aula. Selain grup Aula, grup untuk para peserta dibagi atas dua grup kecil, yakni Grup Buya Hamka dan Grup Dee Lestari. Di dalamnya terdapat satu penanggung jawab yang bertugas membantu mengatur kelancaran di masing-masing grup tersebut. Saya termasuk yang bergabung dalam Grup Buya Hamka.
Bagi saya yang sudah pernah mengikuti event serupa di komunitas lain, syarat utamanya tidaklah sulit. Hanya menulis setiap hari, dan posting di blog masing-masing. Jumlah katanyalah yang menjadi pembeda. Setiap pekan, minimum jumlah kata yang ditulis terus naik. Saya yang terbiasa menulis hanya sedikit-sedikit setiap hari, cukup merasa kelimpungan. Ditambah lagi, tulisan tantangan pekanan yang harus diselesaikan. Tantangannya cukup beragam, dan sejalur dengan kelas yang diikuti. Yap, kelas.
Oprec ODOP tak hanya meminta peserta untuk menulis. Melainkan juga membagi ilmu untuk menulis lebih baik dan beragam. Mulai dari menulis cernak, review buku, tulisan opini, hingga cerita bersambung. Sangat bermanfaat sekali.
Saya sangat menyesali kelalaian saya yang tidak menyimak sepenuhnya setiap materi yang ada. Tuntutan pekerjaan dan beban yang saya tanggung membuat saya tidak leluasa mengikuti jalannya Oprec ini. Meski begitu, saya tetap berusaha mengikuti langkah dasarnya. Menulis setiap hari. Tidak mulus. Beberapa kali saya harus berutang tulisan dan tertatih mencapai poin minimum yang ditetapkan untuk lolos eliminasi setiap minggunya. Di setiap hari Senin, saya akan mengucap syukur karena bukan saya yang tereliminasi.
Oprec ODOP terisi oleh orang-orang hebat lintas usia maupun profesi, dan disatukan oleh keinginan untuk belajar menulis. Mentor-mentor yang dihadirkan membawa hal spesial di setiap kelasnya.
Terima kasih untuk penyelenggara, yang menghadirkan event keren seperti ini. Terima kasih untuk penanggung jawab yang mengingatkan dan menyemangati setiap hari. Terima kasih pada teman-teman sesama peserta terutama di Grup Buya Hamka yang selalu membagi ilmu, tulisan berharga, dan komentar membangun.
Saya sangat bersyukur bisa mengikuti Oprec kali ini. Semoga lulus, dan saya bisa mengikuti kegiatan ODOP kedepannya dengan lebih baik lagi.
Insyaallah lulus, Nur!
BalasHapus