Minggu, 28 Mei 2023

Hana (3) : Setiap Makhluk diciptakan Cantik

Hana hanya bisa menyimak saat teman-temannya membahas sesuatu tentangnya pada Eyang Pohon Tua. Secara garis besar, Hana memahami bahwa kondisi sayapnya bukanlah hal yang umum terjadi. Sepertinya, beberapa peri menganggap ada kesalahan saat proses kelahirannya. Cacat. Hana tidak tahu kata apa yang lebih tepat dari itu.


"Memang bukan hal yang umum terjadi," ucap Eyang Pohon Tua setelah memeriksa sayap Hana dengan seksama. "Jangan terlalu gugup, peri muda. Bernapaslah," Hana menghirup udara dan menghembuskannya dengan pelan. Sejujurnya, Hana bahkan tidak sadar telah menahan napas sejak tadi.


Chloe memeluk Hana dengan lembut. "Maaf, Hana. Kami pikir, akan lebih baik kalau kau tahu mendadak."


Hana mengangguk. Ia mengerti teman-temannya tidak bermaksud buruk. "Jadi," Hana berusaha bicara dengan tenang "apakah saya cacat, Eyang?"


Eyang Pohon Tua terlihat terkejut. "Kenapa berkata begitu? Apa kau merasa sakit saat terbang?" Hana menjawab dengan gelengan kepala. "Nah. Kau tidak cacat, Sayang. Selama kau bisa terbang maka sayapmu tidak cacat."


Hana tidak yakin dengan jawaban Eyang Pohon Tua. Kalau tidak cacat, mengapa kondisi sayapnya dipertanyakan? Kenapa sayapnya berbeda dengan sayap peri lainnya? Terlalu banyak pertanyaan yang bermunculan di kepala Hana hingga Hana bingung mana yang harus ia tanyakan lebih dulu.


Melihat Hana kebingungan, Eyang Pohon Tua tersenyum simpul. "Hana, mau jalan-jalan dengan Eyang?" Eyang mengajaknya terbang keluar dan teman-teman hana mengikuti di belakang.


Rasanya, memang seperti berjalan-jalan. Mereka terbang berkeliling Taman Bunga kilau. Sebenarnya, Hana tidak mengerti mengapa Eyang Pohon Tua mengajaknya berkeliling. Hana hanya makin merasa peri-peri lain lebih cantik dari dirinya.


"Hampir setiap peri," Eyang Pohon Tua memulai percakapan dalam perjalanan mereka. "terlahir dalam kondisi sempurna saat dilahirkan. Warna sayapnya, besar sayapnya, kondisi fisiknya, akan tetap sama dari lahir hingga kematiannya. Semakin dewasa, ukuran tubuh dan sayapnya hanya bertambah sedikit dan kemudian pertumbuhannya berhenti hingga waktu kematiannya. Rosetta sudah memiliki sayap yang lebar sejak lahir. Begitu pun peri lain yang memiliki sayap lebih kecil darinya."


Hana menoleh ke belakang dan menatap Rosetta. Ucapan Eyang terdengar seperti pujian. Hana pun selalu ingin memujinya karena sayap Rosetta memang benar-benar indah.


"Sudah menjadi kebiasaan jika peri selalu menyukai sesuatu yang indah. Kau pun begitu, bukan?" Hana mengangguk menyetujui opini Eyang Pohon Tua. "Hana, setiap makhluk itu pasti dilahirkan cantik. Sang Pencipta sebagai pemilik segala keindahan selalu menciptakan makhluk yang indah juga."


"Tapi bagaimana dengan peri yang cacat, Eyang?" tanya Hana hati-hati.


"Bahkan, keindahan akan ada pada mereka yang memiliki kekurangan." Eyang Pohon Tua menggandengnya turun ke sebuah rumah peri di sela semak bunga kertas. "Aku akan memperkenalkanmu pada seorang peri yang cantik." Hana dan teman-temannya mengikuti Eyang Pohon Tua masuk ke dalam.


Keberadaan seorang peri yang sedang menenun membuat Hana terpukau. Peri itu cantik sekali. "Wah, lihat siapa yang membawa sepasukan peri imut ke gubukku." Peri cantik itu menyambut Eyang Pohon Tua dengan senyum yang seindah langit di luar. Sayapnya berwarna merah muda dan terlihat lembut hingga membuat Hana ingin menyentuh setiap seratnya.


"Halo, Floryn. Mengapa semakin bertambah tua kau malah semakin cantik?" Eyang Pohon Tua memeluk peri cantik itu dengan sangat lembut. 


Peri yang dipanggil Floryn itu tertawa geli. "Jadi, ada tujuan apa mengunjungiku?"


Eyang Pohon Tua menunjuk Hana dan teman-temannya. "Kau sudah mengenal Rosetta, Chloe, Naura, Violett dan Sekar. Nah, aku ingin memperkenalkan Hana padamu."


Floryn merangkul Hana dengan senyum mengembang. "Wah, Hana. Peri muda yang baru lahir. Maaf aku tidak bisa menghadiri kelahiranmu saat itu." Floryn mengembangkan sayapnya dan berkata, "Kau lihat, aku tidak bisa pergi terlalu jauh tanpa merepotkan orang-orang."


Hana menutup mulutnya tanpa sadar karena terlalu terkejut. Sayap Floryn hanya berkembang sebelah, sedangkan sebelahnya terkoyak panjang seperti bunga kertas yang tergunting. Tanpa sadar, air mata Hana menetes. "Anda... tidak bisa terbang?" tanya Hana.


"Bagaimana mungkin terbang dengan kondisi sayap seperti ini?" Floryn tertawa kecil.


"Maaf, em, kak Floryn, apa yang terjadi pada anda?"


"Panggil saja aku Floryn. Usiaku mungkin hampir sama dengan Ratu Rania tapi memanggilku dengan nama saja membuatku merasa awet muda." Floryn mengecup kening Hana.


"Baiklah, Floryn."


"Sayapku sudah terkoyak sejak lahir. Katanya, saat bunga kertasku hampir mekar, kuntumnya terpisah dari tangkai hingga membentur bebatuan. Mungkin karena itu sayapku jadi terkoyak," jelas Floryn. Hana menatapnya dengan sedih. Namun, Hana tidak melihat kesedihan sama sekali di wajah Floryn. Peri di hadapannya tetap menunjukkan senyuman yang sangat cantik.


Berbincang sebentar lagi dengan Floryn, Eyang Pohon Tua mengajak mereka berpamitan. "Ada satu lagi yang ingin ku tunjukkan," ucap Eyang Pohon Tua.


Hana dan teman-temannya mengikuti Eyang Pohon Tua menuju kolam buatan di tengah taman. Eyang menunjuk seekor burung. "Hana, kau tau nama burung itu?"


Hana menggelengkan kepalanya. "Saya belum terlalu hapal nama-nama burung, Eyang."


"Burung itu namanya burung kolibri. Kalau kau perhatikan apa kesamaannya denganmu?" Eyang Pohon Tua bertanya lagi.


"Em, sepertinya, ia bertubuh kecil sepertiku. Burung itu adalah burung terkecil yang pernah saya lihat di taman ini," jawab Hana.


"Bukan hanya di taman ini, Hana. Jenisnya adalah burung terkecil di dunia. Namun, dengan sayapnya itu, ia menjadi satu-satunya burung yang bisa terbang . Kepakan sayapnya adalah kepakan sayap tercepat di dunia. Ia juga burung yang paling kuat untuk penerbangan jauh. Salah satu jenisnya dapat terbang ratusan mil tanpa istirahat."


"Woaaah..." Hana merasa suaranya bergema tapi ternyata itu karena suaranya tercampur dengan suara teman-temannya. Rupanya Naura, Rosetta, Violett, Chloe, dan Sekar juga baru mengetahui fakta ini. Mereka terlihat sangat antusias dengan penjelasan Eyang Pohon Tua. "Keren sekali," ucap Hana.


"Satu lagi keajaiban dari burung kecil ini. Kolibri bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh peri." Hana dan peri-peri lain menunggu dengan semangat. "Burung ini bisa terbang mundur."


"Woaaahhh..." Lagi-lagi, Hana dan teman-temannya tidak mampu menahan kekaguman mereka.


"Setiap makhluk itu indah, Hana. Semua juga memiliki keunikannya sendiri. Sekarang, coba lihat pantulan dirimu di air. Apakah kau tidak cantik?" Eyang Pohon Tua menuntunnya ke pinggir kolam, tempat air yang jernih menantinya.


Hana menatap pantulan seorang peri bertubuh kecil dan bersayap kecil di sana. Sayapnya berwarna putih dan berkilau seperti cahaya bulan purn

ama. Hana tersenyum dengan rasa penuh syukur. "Saya cantik, Eyang."


Hana (2) : Eyang Pohon Tua

Siang ini Hana memohon pada semesta dan terbang mengintari kelopak anyelir di bawahnya. Debu-debu peri memberi anyelir itu kesegaran lebih. Hujan sudah membasahi si anyelir di sore hari kemarin. Sementara, tadi pagi manusia yang membawa mobil berbentuk tabung berisi air, menyirami seluruh taman dengan selang panjang.


Hana menatap hamparan bunga anyelir itu. Tugasnya hari ini sudah selesai. Hana menghampiri sebuah anyelir putih di tengah anyelir lain yang berwarna. Pelan, Hana mengecup kelopaknya.


"Tetaplah sehat, Anyelirku," ucap Hana. Mungkin, karena bunga ini yang menjadi media kelahirannya, Hana merasa terikat dengan anyelir di hadapannya.


"Hana!" Sebuah suara memanggilnya. Hana menoleh dan melihat Naura dan beberapa peri lain terbang ke arahnya. Hana menyambut uluran kedua tangan Naura dan membiarkan tubuhnya terayun tiga putaran di udara. "Tugasmu sudah selesai?" tanya Naura.


Hana menjawabnya dengan anggukan kepala. "Kalian?" Hana bertanya balik.


"Sudah," jawab mereka serempak.


Seorang peri dengan sayap merah merangkul lengan Hana. Hana ingat peri ini bernama Rosetta. Menurut Hana, Rosetta adalah salah satu peri tercantik yang ada di Taman Bunga Kilau. Lihat saja sayap lebarnya yang merekah bagai kelopak mawar itu. Cantik sekali.


"Hana, kau diminta Ratu Rania untuk menemui Eyang Pohon Tua dan kami diminta mengantarmu. Kau belum berkenalan dengannya kan?" tanya Rosetta.


Hana ingat, Naura sempat menjelaskan bahwa perbatasan dijaga oleh peri pohon bernama Eyang Pohon Tua. Kemarin, Hana tidak sempat berkunjung ke sana karena hari sudah terlalu gelap dan Ratu Rania memintanya beristirahat. "Ayo kita berangkat," ajak Hana.


Naura terbang memimpin jalan, sedangkan Rosetta terbang bersamanya. Di belakang mereka, Chloe, Sekar, dan Violett mengikuti. Chloe adalah peri bersayap kuning, sayap Sekar berwarna jingga, sedangkan sayap Violett berwarna seperti namanya. Mereka bertiga juga cantik. Hana sampai hari ini belum tahu apa warna sayapnya. Sayap Hana terlalu kecil hingga Hana tidak bisa melihat sayapnya sendiri seperti apapun ia menoleh. Hana rasa, ini karena ia adalah peri yang baru lahir.


Selama perjalanan, Hana berusaha fokus mengikuti kebiasaan para peri yang senang menyapa. Sekalian, menghapal nama mereka, pikir Hana. Rasanya, tidak ada waktu untuk menutup mulut.


"Halo, Madam Sitta."

"Hai, Robert."

"Hai, Juliet."

"Selamat siang, Paman Tiano." 

"Hari yang cerah, Bunda Mia."

"Anda cantik sekali, Mama Vassa."


Wah, sedikit melelahkan tapi melihat wajah-wajah cerah peri yang mereka sapa, kelelahan itu seperti tidak ada artinya.


Akhirnya perbatasan terlihat juga. Terlihat sebuah pohon yang rimbun di pinggir jalan besar. Mobil-mobil manusia berlalu-lalang di sana. Beberapa manusia juga terlihat duduk-duduk di bawahnya sambil menggelar tikar kecil. Mereka membawa cemilan-cemilan kecil yang berbau manis.


Hana mengamati pohon itu. Batang utamanya besar sekali. Rantingnya menjalar hingga daun-daun yang rimbun itu membentuk hampir bulat sempurna. Seperti jamur raksasa.


Hana mengikuti peri-peri di hadapannya terbang cepat ke sebuah lubang kecil di pohon itu. Melihat sarang burung di dekat lubang itu, Hana berhati-hati agar tidak mengganggu burung-burung kecil yang terlelap itu. Lubangnya kecil sekali. Hanya muat untuk jalan masuk seorang peri tapi ternyata di dalamnya cukup lebar.


"Selamat siang, Eyang Pohon Tua," sapa mereka pada seorang peri tua yang sedang sibuk menyerut kayu.


"Siang, peri-peri muda," balas Eyang Pohon Tua. Suaranya terdengar teduh seperti pohon ini. Hana mengerti kenapa peri-peri lain memanggilnya eyang. Peri ini terlihat sangat tua. Namun, kerutan-kerutan di wajahnya terlihat menambah kharismanya. Menurut Hana, Eyang Pohon Tua terlihat keren sekali.


"Eyang Pohon Tua, sedang apa?" tanya Naura.


"Sedang membuat serat kayu untuk mengikat sarang burung di luar. Induk burung itu kurang kuat mengikatnya. Sarang itu bisa terjatuh sewaktu-waktu."


Naura menatap keempat temannya bergantian. Hana mengerti maksudnya, jadi Hana menganggukkan kepalanya. "Kami boleh membantu, Eyang?" Naura mewakili menawarkan bantuan.


Eyang Pohon Tua itu pun tersenyum senang. "Bantuan kalian akan sangat bermanfaat." Eyang Pohon Tua menunjuk kursi-kursi di sampingnya, mempersilahkan mereka untuk duduk. Mereka pun mengambil serat kayu dan memanjangkannya di meja. Perlahan, mereka pun menyerut kayu yang menjadi bagian masing-masing. Hana memperhatikan cara Eyang menyerut kayu dan mengikutinya dengan hati-hati.


Waktu berlalu, hingga warna keemasan matahari masuk dari celah-celah ventilasi. Rupanya waktu sudah sore dan pekerjaan mereka sudah selesai. serat kayu itu cukup panjang untuk mengikat. Mereka pun dengan gembira membantu Eyang memperkuat ikatan sarang burung itu. Induk burung itu terlihat senang saat melihat sarangnya kini kokoh. Cicit terima kasih terdengar dari paruh mungilnya. Pemandangan ini juga salah satu hal indah bagi Hana.


Karena sudah membantu, Pak Pohon tua memberi masing-masing mereka segelas nektar bunga yang disejukkan oleh akar pohon. Rasanya manis dan menyegarkan. Sambil menikmati nektar, Eyang Pohon Tua pun membuka percakapan. "Jadi, apa tujuan awal kalian mengunjungi Eyang?"


"Em, kami ingin bertanya mengenai kondisi Hana, Eyang." Jawaban Naura memberi keresahan dalam hati Hana.


Hana (1) : Kelahiran Peri Baru

Seluruh Peri di Taman Bunga Kilau terlihat antusias berkerumun di depan sebuah bunga anyelir putih yang hampir mekar. Bisik-bisik yang tadi riuh menjadi hening saat anyelir itu bergetar sedikit dan perlahan tiap kelopaknya merekah. Di dalam bunga anyelir itu terdapat peri kecil yang meringkuk bagaikan bayi dalam kandungan. Seorang peri dengan sayap besar berwarna emas, maju ke depan. Tiara kecil di atas kepalanya menjadi tanda ialah ratu di sana. Kilau dari debu peri memancar setiap kakinya melangkah. Peri-peri lain pun memberinya jalan dengan khidmat.


Dengan suara lembut sang ratu berucap, "Wahai peri kecil, bukalah matamu dan tunjukkan wajahmu pada dunia."


Peri kecil itu membuka jari-jari yang tadi menutupi wajahnya. Hal pertama yang dilihatnya adalah cahaya matahari yang hangat dan lantai bunga yang sejuk. Berikutnya ia melihat peri yang tadi bicara padanya.


"Hai?" Si Peri kecil menyapa dengan canggung.


Ratu itu mengulurkan tangannya dan si peri kecil menyambutnya. Menyeimbangkan diri, peri kecil itu berusaha berdiri. "Selamat datang di Taman Bunga Kilau, wahai peri kecil. Aku akan memberimu sebuah nama." Sang Ratu terlihat berpikir sejenak sebelum melanjukan, "Hana. Apa kau suka jika kami memanggilmu Hana?"


Per kecil itu mengangguk dan tersenyum lebar. "Aku suka. Terima kasih, em..." Hana terlihat bingung saat bicara.


Sang Ratu tertawa kecil. "Maaf aku terlalu bersemangat hingga lupa memperkenalkan diri. Aku Ratu Rania, pemimpin para peri di Taman Bunga Kilau. Seluruh peri di hadapanmu adalah keluargamu. Pelan-pelan kau akan mengenal mereka."


Hana kembali tersenyum lebar memandang peri-peri rupawan di hadapannya. Mereka memiliki kulit putih dan telinga yang runcing. Hidung mereka mancung dan sorot matanya sejernih embun di pagi hari. Dari semua itu, yang paling menarik perhatian Hana adalah sayap-sayap mereka. Mereka tak kalah cantik dari semua kelopak bunga di taman ini. Serat-serat sayapnya berkilau menunjukkan isi hati mereka.


Hana meraba wajahnya, tapi ia masih tidak bisa membayangkan wajahnya sendiri. Sayap di punggungnya bergetar, meminta Hana merentangkannya tapi Hana juga tidak bisa melihat sayapnya sendiri. Padahal, Hana bisa merasakan kepakan sayapnya.


Kemudian, Hana menyadari suasana di sekitarnya berubah. Sayap-sayap para peri yang tadi berkilau antusias, kini meredup. Hana memandang satu persatu wajah yang menatap bingung dan ekspresi lain yang tidak Hana kenali.


Dengan hati-hati Hana bertanya, "Maaf, apakah saya membuat kesalahan?"


Ratu Rania menggeleng dengan anggun. "Kesalahan apa yang bisa dibuat oleh peri kecil yang baru lahir?" Ratu Rania menjawab dengan pertanyaan yang menenangkan.


Hana menyadari hanya Ratu Rania yang kilau sayapnya tidak berubah. Ratu Rania masih menunjukkan kebahagiaan yang sama seperti saat ia baru membuka mata. Hana menghela napas reda. Ini pasti reaksi yang wajar.


Ratu Rania mengajak Hana menuju kerumunan para peri dan bertanya pada para peri itu. "Nah, siapa yang ingin mengajak Hana berkeliling?"


Gerombolan peri remaja terbang mendekat. Wajah mereka berbinar karena semangat. "Izinkan kami yang menemani Hana, Ratu Rania."


Ratu Rania tersenyum lembut. "Terima kasih. Kenalkan Hana pada lingkungan barunya, ya."


Peri-peri itu mengangguk berbarengan. Seorang dari mereka yang bersayap biru, menggenggam tangan Hana. "Ayo Hana. Kau pasti akan suka melihat pemandangan dari atas."


Hana mengikuti peri-peri itu terbang lebih tinggi. Mereka berhenti saat Taman Bunga Kilau terlihat seluruhnya. "Hana, lihatlah. Seluruh tempat yang kau lihat adalah rumahmu," ucap peri bersayap biru.


Hana mengangguk senang. Rumahnya sangat indah. Beberapa anak manusia terlihat berlarian di sepanjang setapak. Melihat Hana tertarik pada anak-anak itu, peri itu kembali berkata, "Kita harus berterima kasih pada anak-anak kecil itu. Tahukah kau kenapa peri-peri di Taman Bunga Kilau ini sangat banyak?"


Hana menggeleng pelan. Ini hari pertamanya terlahir kedunia. Ia bahkan tidak tahu akan adanya tempat lain selain taman bunga ini. Namun, Hana ingin mendengarkan penjelasannya.


"Karena di sini masih banyak anak-anak yang mempercayai peri. Orang dewasa hanya pura-pura percaya untuk menyenangkan hati mereka tapi anak-anak itu percaya dengan sepenuh hati. Semakin banyak manusia yang mempercayai keberadaan peri, maka akan banyak juga peri yang lahir."


Hana mengangguk tanda mengerti. Intinya, keberadaannya saat ini adalah karena anak-anak itu. Siapa sangka, wajah polos secerah matahari itu adalah pusat kehidupannya.


"Sekarang, kami akan menunjukkan tugas-tugas peri sekalian memperkenalkanmu pada setiap peri di sini. Kau mau?"


Untuk kesekian kali. Hana mengangguk. Kemudian, Hana berucap, "Kak, bukankah saya harus mengenal kalian lebih dulu?"


Peri biru itu tersipu. "Jangan panggil aku kakak. Lalu, bicaralah kasual padaku. Aku adalah peri muda yang lahir tak jauh sebelum kamu. Peri memang cenderung tumbuh lebih cepat dan melambat menua pada usia tertentu." Ia mengulurkan tangannya. "Aku Naura."


Jumat, 26 Mei 2023

Peri Kebersihan

Desa Harmoni adalah tempat tinggal para peri-peri hebat. Peri-peri bertalenta yang sudah diakui bahkan oleh desa-desa tetangga. Tidak percaya? Coba lihat, baju yang digunakan oleh para peri di Desa Harmoni begitu indah. Ini karena Desa Harmoni memiliki peri perancang busana yang hebat. Bangunannya pun begitu menarik karena memiliki peri arsitek yang cerdas. Pantas saja, semua peri di sini selalu terlihat cerah dan bahagia. Kecuali... aku.


Aku Kania. Putri dari seorang peri kebersihan. Akhir-akhir ini aku sering merasa sedih. Aku iri pada teman-temanku yang memiliki ibu yang keren. Ibu Tini adalah peri bunga yang bisa menumbuhkan bunga-bunga indah. Ibu Robi adalah peri flouna yang bisa menjinakkan hewan buas. Ibu Naya adalah peri hukum yang selalu menemukan jawaban di setiap masalah para peri. Semua teman-temanku memiliki ibu yang keren. Tidak seperti ibuku. Ibuku hanya seorang Peri Kebersihan.


Sebenarnya, ibuku adalah ibu yang baik. Ibu sangat menyayangiku dan disegani banyak peri. Namun, aku rasa pekerjaan ibu tidak keren sama sekali. Apa kerennya membersihkan sampah desa? Setiap hari harus memegang sampah.


“Kania!” Lusi memanggil sambil menghampiriku. Lusi terlihat khawatir.


“Ada apa?” tanyaku.


“Ibumu sakit! Tadi, ia ditemukan pingsan di jalan. Tubuhnya panas sekali,” jawab Lusi.


Aku dan Lusi segera menuju rumah peri kesehatan. Di sana, Ibu terlihat sangat lemas. Aku menyentuh dahinya dan terkejut. Tubuhnya panas sekali.


“Peri Kesehatan, ibuku kenapa? Apakah ibuku bisa sembuh?” tanyaku.


“Kania, ibumu terserang virus. Namun, tenang saja. Ini tidak terlalu berbahaya. Dengan minum obat teratur dan istirahat selama satu minggu, ibumu akan sembuh,” Peri Kesehatan menjelaskan.


Aku mengangguk-angguk. Aku membawa ibu pulang dan berniat merawatnya dengan baik. Merawat ibu tidak sulit sama sekali. Aku hanya perlu menyiapkan makanan, mengingatkan ibu meminum obat, dan menjaga ibu tetap nyaman. Namun, sepertinya desa jadi kesulitan karena ibu tidak ada.


Lihatlah. Sejak hari ketiga ibu tidak bekerja, wajah-wajah para peri terlihat keruh. Ini karena tidak ada yang memiliki kemampuan mengelola sampah sebaik ibu. Mereka hanya mengumpulkan sampah asal-asalan di setiap sudut desa. Bau pun mulai menyebar dengan cepat. Bahkan, harum bunga-bunga yang ditumbuhkan peri bunga tidak bisa menutup bau dari tumpukan sampah itu.


Danau kebanggaan Desa Harmoni yang tadinya jernih, kini terlihat gelap. Sampah bertebaran di atasnya. Para peri yang dulu sering duduk di sekitar danau, kini tidak mau mendekat lagi.


Hari ini, aku dan teman-teman bermain di depan rumahku. Karena halaman rumahku adalah halaman rumah yang tidak terlalu kotor dibanding rumah lain. Ini semua berkat ibu yang mengajariku cara membersihkan halaman dengan baik. Saat sedang bermain, teman-teman membahas Ibu.


“Kania, kapan ibumu sembuh? Saat ini, ibuku tidak bisa merancang baju dengan baik. Katanya ibuku tidak bisa berkonsentrasi karena bau sampah.” Tanya Mira, anak dari Peri Perancang Busana.


Robi, anak dari Peri Arsitektur mengangguk dan berkata, “Benar, Kania. Ayahku juga tidak bisa merancang bangunan untuk balai desa dengan baik. Katanya, ia terganggu dengan banyaknya sampah di jalanan.”


“Kania, kami harap ibumu segera sembuh. Tanpa ibumu, seluruh pekerjaan ibu kami jadi terhambat,” ucap para peri itu.


Pagi hari di hari kedelapan, Ibu keluar rumah dan disambut oleh para peri. Mereka bersorak gembira dan mengucap syukur. Aku pun membantu ibu menyelesaikan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Aku dan ibu mengumpulkan setiap sampah di desa. Ibu memilah sampah yang bisa didaur ulang dan tidak. Sampah yang tidak bisa didaur ulang dikumpulkan di penampungan, sedangkan sampah yang bisa didaur ulang dibawa ke beberapa tempat. Pabrik pupuk, pabrik perabotan, pabrik mainan, dan lain-lain. Hari itu sangat melelahkan, tetapi melihat wajah-wajah warga desa kembali cerah, membuat aku dan ibu menjadi lebih bersemangat.


Saat perjalanan pulang, aku menatap hasil kerja ibu. Bunga-bunga jadi terlihat lebih indah. Jalan-jalan di desa terasa nyaman. Air danau masih perlu waktu untuk kembali jernih, tapi kini terlihat lebih baik. Rupanya, pekerjaan ibuku sangat keren. Aku bangga dengan pekerjaan ibuku.

Kamis, 25 Mei 2023

Analisis Novel A Little Princess

Judul buku: A Little Princess

Nama penulis: Franches Hodgson Burnett

Tebal halaman : 312

Nama penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 1905 November 2010

Nomor ISBN: 978-979-22-6406-7


Sinopsis: 

Novel ini bercerita tentang kisah hidup Sara Crewe, seorang gadis cantik berdarah Eropa tapi terlahir di India. Ayahnya, Kapten Crewe, adalah seorang pengusaha sukses di India. Meninggalnya Ibu Sara saat melahirkannya, membuat Kapten Crew sangat memanjakannya. Masa kecil Sara penuh dengan dengan gaun-gaun indah, topi bulu yang cantik, dan banyak sekali mainan yang diinginkan oleh semua anak perempuan.


Meski dimanjakan ayahnya, Sara bukanlah anak yang sombong. Karena kegemarannya berimajinasi, Sara selalu membayangkan bahwa ia adalah seorang putri raja. Hal ini membuat Sara merasa harus bersikap baik dan bijaksana layaknya putri raja. Oleh karena itu, Sara tidak seperti anak-anak yang lainnya. Sara adalah seorang anak kecil yang terkadang berpikiran terlalu dewasa. Ia sangat senang membaca buku, buku apapun—dongeng, Revolusi Prancis (dalam bahasa Prancis), dan banyak buku lainnya. 


Pada usia 7 tahun Sara pindah dari India ke London. Ia disekolahkan oleh ayahnya di sebuah asrama sekolah yang bergengsi. Karena kekayaan Kapten Crewe, Miss Minchin, si pemilik sekolah yang serakah dan gila harta sangat menganakemaskan Sara. Dia mendapatkan kamar khusus dan juga seorang pelayan pribadi untuk mengurus semua keperluannya selama bersekolah di London. Tak hanya berlimpah harta, Sara juga anak yang cerdas dan sopan. Sara juga ramah dan pandai bercerita. Ia bercerita seolah sesuatu benar-benar terjadi, membuat siapapun yang mendengarnya terpesona dan ingin mendengarkan ceritanya sampai habis. 


Hingga, tepat saat dia berulang tahun yang kesebelas, kehidupan Sara berubah drastis. Ayahnya meninggal dan sama sekali tidak meninggalkan warisan sepeser pun bagi Sara. Tak lagi memiliki uang, Miss Minchin pun memperlakukannya dengan sangat buruk. Dia yang semula menempati kamar khusus, dipindah ke kamar kecil di bawah atap. Semua barangnya disita dan dia dijadikan pelayan. Dia juga tidak diperbolehkan berkumpul dengan murid-murid yang lain. Ia menjadikan Sara salah satu pelayan yang selalu disuruh untuk melakukan segala hal. Tapi Sara tidak pernah berubah, ia masih sama, Sara yang selalu membayangkan dirinya adalah seorang putri raja dan selalu bisa menghidupkan imajinasinya. Selain itu, temannya kini hanya beberapa anak malang yang menggap Sara sebagai panutan.


Suatu hari Sara bertemu dengan pembantu rumah sebelah saat sedang bermain-main di jendela atap. Sejak pertemuan itu, hidup Sara yang sengsara perlahan-lahan mulai berubah. Kejutan demi kejutan diterima Sara. Dan puncaknya, suatu kejadian mempertemukannya dengan ‘Seorang Bapak dari India”. 


Seorang Bapak dari India itu bernama Mr. Carrisford dan dia ternyata kawan dari Kapten Crewe. Dialah yang mengajak Kapten Crewe untuk menanamkan semua hartanya di suatu bisnis tambang berlian. Sempat ada masalah yang mengakibatkan semua harta mereka hilang. Hal ini yang menyebabkan Kapten Crewe jatuh sakit lalu meninggal. 


Di kemudian hari, masalah tersebut ternyata bisa diselesaikan dan harta mereka bisa kembali lagi. Mr. Carrisford merasa berdosa dan bertekad mencari keberadaan anak kawannya untuk menyerahkan kembali hartanya. 


Sungguh tak disangka, anak yang dicari-carinya selama dua tahun ternyata hidup di sebelah rumahnya. Mr. Carrisford tidak mengijinkan Sara kembali ke asrama. Dia menjadi wali untuk Sara dan mewariskan semua hartanya untuk anak perempuan itu.


Kelebihan:

Buku ini sangat cocok menjadi bacaan para gadis cilik, imajinatif dan ekspresif dengan ending yang tidak mengecewakan. Penulis bisa membawa pembaca ke dalam suasana kota London era Victoria di musim dingin. Begitu pun dengan suasana terharu akan ketegaran, kesabaran, ketulusan, dan keberanian seorang Sara Crewe. 


Buku ini juga adalah sebuah buku yang sangat inspiratif. Hal ini terbukti dengan dibuatnya beberapa film yang berdasarkan cerita dari novel ini sejak tahun 1917.


Kekurangan:

Novel ini bisa jadi kurang cocok untuk menjadi bahan bacaan anak-anak di era sekarang, mengingat ini adalah novel klasik yang cara penulisannya sangat baku. Ditambah lagi, kurangnya ilustrasi dan tebalnya buku bisa membuat anak-anak yang membaca tidak menyelesaikan bacaan sampai selesai.

Selasa, 23 Mei 2023

Part 3 : Berdamai dengan Semesta

Aku sudah dewasa, walau aku tahu tak seorang pun bisa dewasa secara sempurna. Aku masih mudah mengeluh, tapi keluhanku tak lagi sepanjang hari. Aku belum setegar yang orang-orang harapkan dariku. Aku masih menangis saat ketidakadilan menamparku.


Setidaknya, kali ini aku tidak lagi mengharapkan kematian. Entah sampai kapan. Aku hanya membiarkan tubuhku mengikuti keinginan semesta. Candaan semesta yang tidak lucu itu, tak lagi mengejutkanku. Hidup saja, selama masih hidup. Kalau mati, tidak apa-apa juga.


Aku menyadari bahwa cara kerja semesta memang seperti ini. Setiap manusia hanya mengikuti takdirnya masing-masing. Jika ingin hidup mendekati normal, berjuang jadi hal yang pasti. Selebihnya, tak ada yang bisa kulakukan saat semesta berbuat semaunya. Memaki,menghardik, menghina, dan melawan takdir tak membawa keuntungan apapun untukku. Terima saja. Memang selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Walau hikmahnya hanyalah kau jadi semakin tegar untuk peristiwa-peristiwa aneh lainnya.


Sebuah hiburan yang tidak pantas terlintas di kepalaku. "Dunia tidak adil bagi semua manusia, itulah bukti keadilannya." Ironis, bukan? Di satu sisi, aku jadi sedikit tenang. Di sisi lain, aku jadi bertanya-tanya seperti apa candaan semesta untuk orang lain. Selain aku.


Beragam teori tentang cara kerja semesta masuk ke kepalaku. Beberapa orang percaya bahwa semesta bekerja sesuai apa yang kita pikirkan dan harapkan. Semakin kita berpikir buruk, maka keburukan itu akan benar-benar terjadi. Itu sebabnya kita harus selalu optimis dan yakin bahwa hal-hal baik akan terjadi.


Sebenarnya, aku sedikit bingung. Bukankah aku jadi berpikir buruk karena selama ini sering mendapat nasib buruk? Kenapa orang-orang berpikir nasib buruk datang karena aku berpikir buruk? Meski begitu, aku tetap ingin mencoba. Aku ingin berpikir yang baik-baik saja.


Tak mudah untuk berpikir positif setelah semua hal yang sudah kualami dalam hidup. Tak mudah untuk untuk tetap bersyukur atas semua kegagalan yang kulalui. Namun, aku tetap ingin mencoba.


Aku tahu, aku belum benar-benar berdamai dengan semesta. Aku tetap ingin meraung di bawah hujan, saat semesta selalu punya cara mengusikku sewaktu aku baru mulai beristirahat. Meski begitu, kemudian aku memaafkannya. Aku memaafkan semesta. Aku juga berusaha memaafkan diriku sendiri.


Senin, 22 Mei 2023

Part 2 : Berdamai dengan Semesta

Masa remajaku rusak. Kesabaranku terus menerus diuji. Aku jadi mulai bertanya, kapan ini akan berakhir?


Seringkali aku harus memeluk diri sendiri, karena rasanya tubuh bisa remuk sewaktu-waktu. Sudah berkali-kali, perasaan ingin mati muncul. Namun, bagaimana dengan ibu yang hanya memilikiku? Apa yang akan terjadi padanya kalau aku menghilangkan diri? Aku takut menyesal. Ketidakwarasanku merasa lebih takut menyakiti hatinya, dibanding takut terbakar di neraka. Aku memang hamba yang seburuk itu.


Kadang, aku menghabiskan waktu hanya untuk mencari skenario kematianku. Bagaimana caranya membuat kematianku terlihat seperti kecelakaan. Aku mulai peka pada hal-hal berbahaya di sekitarku. Pisau yang biasa membantuku membuat prakarya, mulai merayuku menggunakannya untuk hal lain. Aku juga mencari tahu berbagai jenis racun, walau pada akhirnya aku hanya bisa membeli racun tikus dari pasar. Pernah racun tikus itu hampir masuk ke mulutku, tapi gagal karena suamiku merebutnya. Racun itu justru terlempar dan menyebar di kasurku.


Aku patah. Aku lelah. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya seperti tidak lagi relevan. Aku tidak bisa rajin belajar karena fokus mencari uang. Aku juga tidak bisa hemat karena uangku bahkan tidak cukup untuk membantuku hidup. Yang ada hanya batu sandungan yang muncul tiba-tiba. Yang ada hanya kerikil yang menghalangi jalanku, padahal aku tidak mampu membeli sepatu. Ada lagi, ada lagi, ada lagi saja masalah yang datang.


Sering menghadapi masalah, mungkin membuatku lebih kuat. Mungkin banyaknya cobaan membuatku lebih tegar. Tapi, banyaknya masalah juga membuatku lelah. Hidup terlalu melelahkan. Mati terasa seperti sumur yang dalam di tengah gurun pasir yang luas.


Aku merasa tidak lagi punya harapan. Aku takut untuk bercita-cita. Dahulu, aku memercayai kata-kata orang dewasa untuk bercita-cita setinggi langit. Aku memercayai bahwa aku bisa menggapai bintang. Namun, tidak ada yang berkata padaku bahwa saat cita-cita itu tidak tercapai, sakitnya akan seperti ini. Bahkan, aku seringkali aku tidak bisa berusaha untuk mencapainya. Usahaku hanya berpusat pada perjuanganku untuk tetap bertahan hidup. Bernapas saja rasanya sulit sekali.


Semesta selalu punya cara untuk menjatuhkan. Aku bangkit, lalu jatuh lagi. Siklusnya terus berulang sedang aku juga tidak boleh menyerah. Aku ingin menyerah, tapi tidak boleh. Ada orang-orang yang kusayang, yang harus kubahagiakan. Lelah itu datang lagi. Aku lelah harus ada di posisi yang wajib bangkit. Aku menepis semua motivasi, mengangguk di luar padahal dari dalam hati aku ingin mengusir semua orang yang menyuruhku untuk tetap optimis. Aku tidak bisa optimis. Aku sudah terlalu sering jatuh. Aku jadi sering merasa yakin duluan , bahwa aku pasti jatuh lagi. Aku tau, realistis dan pesimisku sudah tidak bisa dibedakan lagi.

Minggu, 21 Mei 2023

Dua Keluarga

Ada sebuah hari yang penuh kejutan. Ponakan dari suami terjebak suatu kasus yang menyeretnya pada introgasi dan penahanan polisi. Berhubung saya adalah satu-satunya anggota keluarga (dari keluarga suami) yang memiliki pendidikan tinggi. Saya pun diminta untuk mendampingi saat sang ponakan menjalani pemeriksaan di Polres.


Bukan. Bukan kasus itu yang akan saya ceritakan saat ini. Saya ingin menceritakan hal yang sudah saya sadari sejak lama tapi menjadi begitu kuat karena kejadian hari itu. Hal yang begitu mengharukan, membingungkan, unik, membuat saya terus-menerus memikirkan perbedaannya. Ini tentang dua keluarga yang menurut saya memiliki perbedaan cukup mencolok.


Saya dan suami memiliki perbedaan yang cukup banyak tapi saya selalu merasa perbedaan itu melengkapi kami. Dilihat secara internal, pernikahan kami menyatukan dua manusia yang berbeda latar pendidikan. Suami saya hanya lulusan sekolah dasar sedangkan saya seorang sarjana. Perbedaan latar pendidikan tentu berkembang menjadi adanya berbedaan pola pikir dan perbedaan pendapat dalam berbagai hal. Namun, sekali lagi, tak pernah menjadi masalah serius bagi kami.


Saya memanfaatkan kemampuan komunikasi saya dengan baik dalam rumah tangga. Juga, saya mampu melihat sisi baik apapun dalam pendapat suami karena saya percaya opininya pastilah untuk kebaikan juga. Berbeda pendapat dalam suatu hal bukan berarti berbeda tujuan. Tujuan kami sama, kami sama-sama ingin yang terbaik.


Kami, dua manusia yang berbeda ini juga berasal dari dua keluarga yang berbeda. Keluarga saya adalah keluarga yang mementingkan pendidikan. Keluarga saya boleh sulit dalam hal apapun tapi tidak ada yang bisa menggoyahkan semangat kami untuk menyelesaikan pendidikan. Didikan juga yang membuat saya bersikeras menyelesaikan sarjana walau kondisi benar-benar sulit.


Berkat pendidikan ini, saya dan keluarga jadi pribadi yang selalu berpikir panjang, berhati-hati saat bicara, dan sekali bicara harga mati. Telak. Namun, sayangnya dalam keluarga saya hubungan darah bukanlah sesuatu yang penting. Keluarga saya sibuk dengan kepentingannya masing-masing. Ibu saya ditinggal orang tuanya saat kecil karena memilih untuk menikah dengan suami pertamanya yang menurut keluarga rendahan. Dibuang orang tua, diabaikan saudara sekandung, benar-benar ucapan "kami bukan lagi keluarga kamu" adalah hal yang nyata. Setidaknya, Ibu saya bahagia dengan suami pilihannya, sampai sang suami menghembuskan napas terakhirnya.


Pernikahan kedua, Ibu saya menikah dengan orang yang dikira terhormat, berasal dari pulau yang sama, Ibu kira hubungan dengan keluarganya akan baik. Pada nyatanya tidak. Hubungan keluarga hanyalah sebatas dokumen. Sang suami terhormat ini pada akhirnya menyakiti Ibu saya dan saya ditelantarkan sejak masih dalam kandungan.


Keluarga suami saya tidak terlalu giat mengejar pendidikan. Hingga banyak yang jika anaknya tidak mau sekolah maka keluarga dengan sukarela memberhentikan. Dukungan terhadap pendidikan yang kurang gencar, alasan kesibukan berniaga, hingga kerterbatasan ini-itu menjadi alasan.


Karena kurangnya pendidikan, keluarga suami selalu bicara selalu sembarangan tanpa berpikir panjang. Karena setiap bicara dipengaruhi emosi maka ucapannya pun tidak konsisten, bisa berubah lagi. Awalnya saya kaget tapi pada akhirnya saya bisa menerima hal ini. Saya mulai memahami bahwa apapun yang diucapkan keluarga suami walaupun menyakitkan hati, mereka tidak benar-benar memahami ucapan itu akan menyakitkan, hanya mengungkapkan secara sepontan apapun yang ada dipikiran mereka. Namun hebatnya, hubungan darah bagi mereka adalah hal yang penting.


Suami saya sering melakukan kesalahan, sering mereka marah besar dan mengucapkan, "Kamu bukan keluarga kami. Kamu bukan adik kami. Kamu bukan ponakan kami." Pada akhirnya mereka adalah orang pertama yang menolong dengan alasan, "masih keluarga." Begitupun dengan anggota keluarga yang lain. Mereka bertengkar hebat hingga bisa tidak saling tegur atau memaki di depan umum sambil saling menunjuk-nunjuk. Pada akhirnya saat satu sama lain dibuat terluka oleh orang lain, mereka dengan tulus ikut terluka dengan alasan, "Masih keluarga".


Pun demikian dengan ponakan yang hari itu kami bantu. Belum lama kakak ipar saya mengatakan pada semua orang bahwa "Dia bukan ponakan saya". Namun, hari itu dialah orang yang paling khawatir saat sang ponakan terkena masalah. Ia membantu sekuat tenaganya hingga jatuh sakit. Sungguh, saya terenyuh.


Saya bahagia menjadi bagian dari keluarga itu. Keluarga itu memberi saya kehangatan. Keluarga itu membuat saya merasa bahwa saya tidak akan pernah ditinggalkan lagi, seperti saya ditinggalkan dulu. 

Saya bahagia. Sangat.


Jendela Duniaku

Aku menyukai jendela. Kau pasti pernah melihat sesuatu dari jendela. Hanya dengan membuka jendela, kau bisa melihat apa yang ada di luar tanpa harus ke luar rumah. Mungkin taman bungamu, kucing yang sedang bermain di halaman, atau adikmu yang menggendong tas merahnya menuju ke sekolah. Jika aku memiliki rumah sendiri, aku akan membuat jendela yang sangat besar di kamar tidurku.


Lebih dari menyukai jendela, aku sangat menyukai buku. Bagiku kalimat 'buku adalah jendela dunia' tidaklah dibesar-besarkan, justru kalimat itu pas sekali. Buku memanglah jendela dunia. Hanya dengan membaca buku, kau bisa tahu keadaan di suatu tempat walau belum pernah ke sana. Mulai dari taman bunga tulip di Belanda, taman hiburan yang seru dan menegangkan di Disneyland Paris, hingga taman laut di Bunaken Indonesia.


Tak terbatas pada dunia nyata, dunia imajiner yang sangat ajaib pun bisa kau rasakan. Kau ingin melihat dunia yang ditinggali oleh anak-anak yang tak bisa menua? Kau bisa membaca buku berjudul Peter Pan karya J.M Barrie. Percayalah, kau akan tercengang melihat petualangan Wendy dan Peter Pan di Neverland. Kau akan mengagumi peri bernama Tinker Bell yang usil, tertawa melihat buaya yang berbunyi seperti detik jam, dan ketakutan melihat tangan kait Kapten Hook si bajak laut. Itu baru satu buku, kau harus membaca betapa ajaibnya petualangan Alice di Underland dalam buku Alice In Wonderland karya Lewis Carroll.


Kenapa bisa melihat hanya dari kumpulan huruf di buku? Wah, pertanyaanmu benar-benar cerdas. Kuberi kau sebuah rahasia. Banyak penulis hebat yang bisa membuat imajinasimu membayangkan isi buku itu dengan akurat. Setelah kau membaca Peter Pan, coba sebutkan ciri-ciri Tinker Bell. Kau dan aku akan sepakat bahwa Tinker Bell adalah peri kecil, berbaju hijau, sayapnya berkilau setiap terbang karena debu peri, dan bersuara seperti lonceng. Ajaib, bukan?


Bukan hanya jendela, buku juga bisa menjadi guru pribadimu. Tentu yang kumaksud adalah buku di toko buku yang berjudul Cara Membuat Bunga Mawar Dari Kain Flanel atau Teknik Berhitung Aritmatika. Kuharap setelah ini kau tidak berburu Buku Sihir Pipiyot atau Buku Sihir Mimi Hitam karena hanya akan berakhir dengan mengubah gagak hitam kesayanganmu jadi kodok atau meledakkan kuali sihirmu yang berharga. Kuberi tahu ya, Pipiyot dan Mimi Hitam bukanlah penyihir yang sangat hebat.


Jadi, apakah sekarang kau juga menyukai buku sama sepertiku? Wah, rupanya kau malas menumpuk buku di rumahmu, ya. Tenang saja, kau bisa mengoleksi banyak buku elektronik di ponselmu yang canggih itu. Kau tahu? Dulu setiap aku bepergian, aku selalu membawa beberapa buku di ranselku. Beban berat kurasa setimpal dengan hilangnya rasa bosan di perjalanan. Sekarang, aku bisa membawa lebih banyak buku hanya dengan ponsel di genggaman tanganku. Sungguh menyenangkan, sang jendela dunia bisa ikut kemana pun aku pergi.

Sabtu, 20 Mei 2023

Hai, Shila

Aku menjalani hari-hari dengan kesibukan. Hati dan pikiranku penuh dengan aktivitas harian dan harapan akan berbagai cita di masa depan. Lalu... sesekali aku mengingatmu.


Tanpa sadar aku mengetik namamu di aplikasi pesan. Mencari kontakmu, berharap ada foto profil berisi wajahmu yang bisa kulihat. Mencari jejak-jejak keberadaanmu, yang tidak tahu kubutuhkan untuk apa. Kemudian, yang bisa kulakukan setelahnya hanya menghela napas. Menertawakan diriku yang seperti orang tidak punya kesibukan.


Aku tahu, sudah tidak ada tempat bagiku. Sebagai sahabatmu, aku bukanlah prioritas utama. Ada keputusanmu yang harus kuhormati sepenuh hati. Kebahagiaanmu, dan kebahagiaan orang-orang yang bisa membahagiakanmu, adalah bahagiaku juga. Aku tahu semua yang ada kepalamu, dan aku harap tidak ada yang kau khawatirkan setelah keputusan itu dibuat. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit rindu dan mengkhawatirkanmu. Aku terlalu mengenalmu hingga sulit untuk mengabaikanmu.  Aku rasa kau juga akan memaafkanku jika hanya sebatas itu kan?


Aku masih Tiyas yang kau kenal. Aku masih Tiyas yang mudah tertawa. Aku masih Tiyas yang menyayangimu. Aku masih Tiyas yang menutup mata saat menonton adegan penyihir jatuh dari menara Rapunzel.


Meski begitu, tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku tidak lagi mengharapkan kematian. Kalaupun keinginan itu datang lagi, aku bisa mengatasinya. Kau tahu aku sudah kuat sejak dulu. Aku lebih kuat lagi saat ini. Aku masih mudah mengeluh, tapi kali ini keluhanku tidak terlalu lama.


Aku sering menganggapmu lebih lemah dariku. Haha, maaf. Namun, itulah yang membuatku ingin melindungimu. Walaupun, di sisi lain aku percaya pada kekuatan dalam hatimu yang tak bisa kau lihat. Hatimu rapuh, dan kau seringkali tidak bisa menjaga fisikmu dengan baik. Mesti kepalamu berisik dengan makianmu sendiri, mentalmu seperti baja yang bisa menahan semuanya sendiri.


Syukurlah, kali ini kau tidak sendiri lagi. Syukurlah kali ini bertambah alasanmu untuk hidup. Syukurlah, bertambah orang yang ingin membahagiakanmu. Aku tidak memaksamu untuk melihatku lagi. Aku hanya ingin kau ingat bahwa aku tidak pernah pergi. Aku bergerak maju bersamamu. Aku akan ada, saat kau siap menemuiku. Aku akan ada, saat kau membutuhkanmu. Kuharap, kau akan menemuiku juga, saat kau ingin membagikan betapa bahagianya kau setelah bersamanya. Aku di sini, datanglah kapanpun.

Part 1 : Berdamai dengan Semesta

Dulu sekali, aku adalah anak kecil yang penuh harapan. Aku adalah anak yang punya cita-cita tinggi. walau kondisi hidup yang susah. Mudah sekali untuk dimotivasi.


Bukannya aku adalah anak dari keluarga yang sejahtera. Tidak. Aku hanyalah anak kecil yang harus terusir dari satu tempat ke tempat lain karena ketidakmampuan membayar kontrakan. Aku tidak tahu rasanya memiliki keluarga besar, yang aku tahu, memiliki ibu seorang sudah cukup.


Aktivitasku seperti anak-anak lain. Bermain, sekolah, dan mengaji. Hanya bedanya ada aktivitas mencari uang di dalamnya. Aku memulung barang bekas, membantu ibu menjual koran, dan mengamen di bis kota di lain waktu.


Hidupku sulit saat itu. Tapi aku masihlah anak kecil yang penuh impian. Sewaktu taman kanak-kanak, aku akan menjawab dengan alas bahwa aku ingin jadi polwan atau dokter. Hingga di sekolah dasar aku bercita-cita ingin menjadi guru, seniman, dan sastrawan. Aku akan bersemangat untuk menjawab bahwa aku akan bersekolah setinggi-tingginya. Aku akan menjadi orang sukses. Aku akan mengangkat harkat dan martabat ibuku. Aku mempercayai setiap harapan itu, sebagai masa depan yang akan jadi milikku. Aku mempercayai dan mengikrarkan hal yang diharapkan oleh ibu dan semua orang yang mengenalku.


"Kamu pasti sukses, Nak. Kamu harus sukses. Cuma kamu satu-satunya harapan Mama," ucap ibuku.

Kata-katanya seperti sihir. Bagiku, ucapan ibu adalah titah untuk masa depanku. 


Aku mungkin menangisi hal-hal menyedihkan dari hidupku. Namun, aku masih bisa mempercayai adanya pelangi setelah hujan. Aku masih percaya bahwa aku dilahirkan untuk sukses. Nanti, hari itu akan datang. Aku... hanya perlu untuk terus hidup dan bersabar.


Itulah yang kurasakan saat itu. Sebelum muak menghampiri mental remajaku.

Kamis, 18 Mei 2023

Hamka : Religius yang Sesungguhnya

Rasa tidak berani muncul saat saya harus menulis tentang Hamka. Sosok yang mansyur namanya tidak hanya di negeri ini tapi juga negeri-negeri yang jauhnya ribuan kilo meter dari Indonesia. Namun, saya juga ingin menjadi salah satu penyiar nama beliau. Hamka, adalah manusia yang tidak boleh dilupakan bahkan oleh generasi yang akan datang.


Nah, untuk kamu yang belum kenal dengan Hamka, kenalan dulu, ya. Beliau seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia yang menggunakan nama pena Hamka untuk setiap tulisannya. Beliau biasa dipanggil Buya Hamka karena dianggap sebagai orang tua yang dihormati dan memiliki keilmuan yang tinggi terhadap agama. Berikut ini adalah profilnya:

Nama : Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo

Nama Pena : Hamka

Kelahiran : Sungai Batang , 17 Februari 1908

Wafat : Jakarta, 24 Juli 1981

Karya terkenal : Tafsir Al-Azhar

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Di Bawah Lindungan Ka'bah


Judul tulisan ini saya dapatkan dari opini seorang teman mengenai beliau, setelah saya menanyakannya melalui siaran daring. Religius yang sebenarnya. Opini yang menarik, dan saya rasa sangat tepat untuk menggambarkan Hamka. Islam seperti menyatu dalam darahnya. Itu sebabnya setiap tulisannya pasti menyiratkan filsafat nan religius yang amat dalam. Meski begitu, Hamka tahu memanfaatkan keilmuan Islam untuk mendukung setiap aktivitas dunia. Hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan setiap keputusan dan tindakan yang bisa memengaruhi segala hal di dunia ini. Apa lagi kalau bukan religius yang sesungguhnya?


Sudah lama sekali sejak saya membaca Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan Dalam Lindungan Ka'bah. Saya pun menyegarkan ingatan saya dengan membaca karya-karya Hamka yang lain melalui google book. Saya tidak membacanya sampai selesai. Saya hanya membaca beberapa sampe gratis yang disediakan oleh google book. Lalu, saya mendapatkan sensasi yang sama seperti saat membaca karya-karya bertahun-tahun yang lalu. Napas saya berat, lambat, seakan saya lupa caranya bernapas. Begitulah, Hamka mampu menyihir pembacanya. Padahal, gaya menulisnya cenderung lebih sederhana dibanding penulis lain pada jamannya, tapi setiap informasi yang tertuang di dalamnya seperti membuka peti harta karun. Seperti itulah perasaan saya setiap membaca karya Hamka.


Dalam beberapa saat, saya langsung ingin memiliki karya seperti beliau. Karya yang tak begitu tebal, malah cenderung tipis jika dibanding kebanyakan buku best seller saat ini. Bukan karya dengan petualangan yang berseri-seri. Namun, satu buku itu mampu mengubah pandangan pembaca tentang dunia. Ditambah, selipan pengetahuan tentang Islam, terasa begitu ramah dan universal. Sesuatu yang hebat menurut saya, karena dengan ilmu yang luar biasa banyak tapi tidak ada kesan menggurui dalam tulisannya.


Kamu akan tertegun, membaca sepak terjang dalam mengajar sambil menulis. Atau menulis sambil mengajar. Entahlah. Bahkan, ia masih menulis walau ia dalam keadaan sakit dan menjadi tahanan. Saya tidak melihat langsung Perjuangannya karena saya belum lahir pada masa itu. Yang saya lihat, semua aktivitas yang Hamka lakukan pada masa itu, terukir dalam sejarah bahkan tulisannya abadi dicetak berkali-kali. Tulisannya menetap di ingatan, diceritakan ulang melalui orang tua ke anak, guru ke murid, dan disebarluaskan oleh para sutradara melalui film layar lebar.


Sekarang, apakah kamu masih belum mengenal Hamka? Baca karyanya untuk ikut merasakan sendiri apa yang saya rasakan. Karya dari Hamka. Religius yang sesungguhnya.

Selasa, 16 Mei 2023

Serba-Serbi Hobi

Kita selalu mendapatkan kalimat, "Cari hobi yang bermanfaat." Sebenarnya, hobi seperti apa sih yang bermanfaat? Karena sepertinya, hobi seringkali hanya dianggap manfaat bagi sesama penyuka hobi tersebut. Bagi yang tidak hobi? Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, "Apa sih serunya itu? Buang-buang waktu."


Tulisan ini Tiyas buat di tanggal 16 Mei malam. Malam ini grup menulis, sedang disibukkan oleh antusias anggotanya dalam membahas target mereka menulis di platform menulis online. Saya berpikir, "Seru banget ya... Pengen bisa kaya mereka walau sambil kerja tapi menulisnya seaktif itu."


Berpindah sejenak, saya melihat story wa teman yang berisi aktivitasnya ikut acara lari, setelah pulang kerja. Saya berpikir, "Keren. Tapi, apa gak capek, ya?"


Berikutnya, saya melihat keluar rumah. Terlihat suami tercinta sedang asik main game moba. Pikiran jelek pun mulai muncul. "Serius banget main game. Pro player juga bukan. Gak dibayar. Mending cari hobi lain yang manfaat."


Saya memaki diri sendiri. Saya hobi menulis, mantengin layar hp setiap malam untuk menulis, padahal saya bukan penulis yang berpenghasilan. Saya menggunakan waktu antara setengah jam hingga seharian hanya untuk mencari ide menulis. Saat ini, harusnya saya beristirahat setelah menidurkan anak, dan besok kerja lagi, saya malah menggunakan waktunya untuk menulis. Dalam sudut orang lain, bisa jadi hobi saya ini tidak bermanfaat. Bisa jadi orang berpikir, saya buang-buang waktu. Tapi, ini hobi saya. Jadi, seperti halnya diri saya, tiap orang berhak memiliki hobinya sendiri.


Meskipun hobi tiap orang bisa berbeda-beda, tidak ada yang tahu hobi mana yang paling bermanfaat bagi si pemilik hobi. Contoh, seandainya saya memaksakan hobi menulis saya pada suami saya, belum tentu ia akan mendapat manfaat dari situ. Hobi yang harusnya jadi pelepas stress malah akan terasa seperti pekerjaan. Selama tidak berlawanan dengan hukum, serta tidak mengurangi apa yang menjadi tanggung jawab, maka seseorang bebas memilih hobinya sendiri. Jadi, apa hobi kamu saat ini?

Senin, 15 Mei 2023

Belajar Mulu Gak Bikin Kaya

Selama 25 tahun, jalanin hidup nih ya...


Keputusan terbaik yang sangat membantu dalam hidup Tiyas itu, ya belajar. Mau belajar, mau praktik. Gak ada ilmu yang sia-sia. Nggak ada kalimat, "Ngapain sih capek-capek belajar? Emang dari belajar bisa jadi kaya?"


Terus kalau nggak belajar apakah jadi kaya? Okelah diberi fasilitas kekayaan harta dari Allah, gak usah kaya deh, hanya cukup. Lalu saat jatuh, saat terpuruk, atau saat yang cukup itu jadi kurang, penyelamat kita ya hasil belajar itu. Setidaknya, kalau belajar ada kemungkinan untuk kaya. Kalau tidak belajar, mau kaya dari mana? Berharap nanti reinkarnasi jadi cipung? Kalau pun gak jadi kaya, kesulitan hidup akan menemukan jalan mudahnya.


Tiyas sharing pengalaman ya... Mungkin teman-teman kuliah Bidikmisi angkatan 2016 masih inget. Semester 1, antara sebelum atau sesudah pengumuman IPK, itu Tiyas pernah nangis-nangis, bilang, "Gak kuat, mau berenti kuliah. Mau udahan."


Waktu itu, yang bikin Tiyas terpuruk adalah karena mau diusir (untuk yang kesekian kalinya) dari kontrakan. karena gak bisa bayar kontrakan.


Tapi akhirnya pasrah, karena diingetin, "Kita udah tanda tangan kontrak harus ngelarin kuliah, kalo disuruh ganti uang yang udah diterima gimana?"


Udah mana sedih, stress mesti pindah kontrakan lagi, terancam ngebalikin uang kuliah, kayak udah gak bisa nangis lagi. Langsung kicep gitu. Langsung diem. Langsung udah dah pasrah.


Tapi kalo pasrah aja kan gak bisa juga. Ongkos ke kampus gimana? Makan siang gimana? Gak mungkin minta orang tua padahal mama aja lagi musingin bayar kontrakan.


Tiyas, bisa bertahan, karena pernah belajar seni rupa. Awalnya jualan gantungan kunci flanel, gak terlalu laku. Jualan buket bunga, alhamdulillah ada pemasukan, terus akhirnya lumayan aman setelah kerja freelance di ragunan.

Dokumentasi Penulis

Apakah malah berenti di situ? nggak.

Tiyas belum bisa lulus. Nilai anjlok, karena banyak bolos (sering gak ada ongkos buat berangkat, udah gitu pikirannya nyari duit mulu) Terus pas pandemi berenti kerja,  udah ga dapet uang saku dari pemerintah karena udah lewat 8 semester, mesti bayar biaya pengulangan, dll. Untuk bayar semua itu ung dari mana? Syukurlah, Tiyas pernah belajar bikin piala boneka untuk mereka yang wisuda. Waktu itu ada pemesanan dalam jumlah yang lumayan, akhirnya kebayar itu.

Dokumentasi Penulis

Sampai sekarang, pas lagi susah, lumayan bantuan ekonomi itu karena mau belajar dulunya. Iseng, belajar ngerajut, lalu belajarnya eyelash extension, belajar Henna, itu semua membantu. karena modalnya gak besar, cuma butuh tenaga.

Dokumentasi Penulis

Niat belajar aja juga datengin rejeki loh. Tiyas dapat tawaran jadi pembicara mengenai tulisan. Padahal niatnya belajar. Belajar bicara di depan orang banyak, sekedar sharing pengalaman. Eh, selesainya malah dibayar. Lumayan...


Kalau di game Mobile Legend ada yang namanya skill pasif. Nah, menurut Tiyas skill pasif dari belajar adalah, otak kita terbiasa kritis. Biasa dipakai berpikir. Misal ada penipuan, gak akan mudah tertipu. Misal ada suatu kejadian kita tau oh saya harus begini dan begitu. Jadi, gak ada ruginya kan belajar?


Tiyas rasa, ungkapan tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat itu relevan sekali dengan siklus hidup manusia. Manusia memang akan selalu belajar. Sebenarnya, sadar atau tidak, kamu juga sedang belajar saat ini. Sekian.

Minggu, 14 Mei 2023

Manfaat Lansia Olahraga

 Sebuah fakta menarik Tiyas dapatkan kemarin, saat seorang kakek berusia 75 tahun ingin fitness di tempat Tiyas bekerja. Sebagai suami yang baik, ia meminta izin terlebih dahulu pada istrinya. Namun, istrinya tidak bisa mengizinkan dengan alasan "bukan umurnya".


Wajar saja jika pertimbangan-pertimbangan muncul sebelum mengambil keputusan. Terutama, dalam investasi jangka panjang seperti berolahraga di tempat fitness. Meski begitu, umur bukanlah alasan yang tepat untuk menghambat seseorang berolahraga. Pada tulisan kali ini, Tiyas akan membahas manfaat olahraga bagi lansia. Yuk, simak sampai selesai!


Rata-rata anak muda berolahraga untuk membentuk tubuh agar tampil lebih menarik secara fisik. Mungkin inilah yang menjadi alasan munculnya statemen lansia tidak butuh olahraga. Karena biasanya, tujuan hidup lansia bukan lagi mengenai penampilan.


Mari kita fokus pada pengetahuan umum mengenai lansia. Lanjut usia sering dikaitkan dengan usia yang sudah tidak produktif, karena disebabkan oleh perubahan fungsi tubuh, otot, tulang dan sendi, pernafasan serta lansia rentan terkena gangguan kesehatan. Pertanyaannya; apakah karena sudah tidak produktif, maka penurunan fungsi tubuh itu kita biarkan saja? Atau, apakah karena ada gangguan kesehatan maka kita biarkan saja? Tentu tidak.


Karena penurunan fungsi tubuh, otot pada lansia menjadi lebih kaku. Penurunan kekuatan otot, juga wajar terjadi. Seseorang yang di waktu muda bisa mengangkat beban 3 kilo dengan mudah, bisa berbeda saat sudah tua. Manfaatnya adalah, kekuatan otot yang masih ada sekarang bisa terjaga, bahkan meningkat dengan olahraga.


Di usia lanjut, sendi sering tidak dapat digerakan sesuai dengan gerakannya hingga gerakan menjadi terbatas. Maka, fleksibilitas menjadi latihan bagi lansia. Manfaatnya, tubuh jadi lebih lentur.


Akan panjang sekali jika Tiyas bahas semua, tapi kalau Tiyas rangkum, begini intinya; Manfaat olahraga pada lansia antara lain dapat memperpanjang usia, menyehatkan dan memperbaiki daya tahan jantung, otot, tulang, membuat lansia lebih mandiri, mencegah obesitas, mengurangi kecemasan dan depresi, dan memperoleh kepercayaan diri yang lebih tinggi. Olahraga juga dikatakan dapat menurunkan risiko penyakit diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung. Secara umum dikatakan bahwa olahraga pada lansia menunjang kesehatan dengan meningkatkan nafsu makan, membuat kualitas tidur lebih baik, dan mengurangi kebutuhan obat-obatan.


Olahraga yang baik bagi lansia adalah jalan kaki, jogging ringan, bersepeda sesuai kemampuan masing-masing, yoga dan aerobik ringan. Jangan lupa juga, selalu lakukan olahraga yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan tubuh, ya. Selalu lakukan konsultasi dengan dokter dan personal trainer untuk mendapatkan saran olahraga yang tepat.



5 Ciri Utama Personal Trainer Berkualitas

Ada banyak orang-orang yang membutuhkan pelatih pribadi dalam program kebugaran mereka. Tak jarang, ada kesulitan-kesulitan yang muncul, saat memilih personal trainer yang bagus. Jadi, pada tulisan kali ini Tiyas akan membagikan 5 ciri utama personal trainer yang berkualitas. Simak terus sampai selesai, ya!


1. Sertifikasi

Seperti profesi penting lainnya, pendidikan dan sertifikasi adalah bukti konkret yang menunjukkan kualitas seorang personal trainer. Sertifikat yang dimiliki oleh personal trainer menandakan ia telah lulus dari pendidikan menjadi seorang personal trainer. Jika seorang personal trainer sudah tersertifikasi, berarti personal trainer tersebut akan memiliki pemahaman yang cukup tentang dunia kebugaran.

Tidak sembarang orang bisa menjadi seorang personal trainer karena berkaitan dengan kesehatan atau tubuh seseorang. Jika salah tuntunan, teknik, dan program, malah akan terjadi cidera. Tentu, kita semua ingin menghindari hal itu, bukan?


2. Pengalaman

Tidak selalu, tapi seorang personal trainer yang sudah lama bertugas dan memiliki banyak klien biasanya memiliki keahlian dan pengetahuan lebih banyak. Personal trainer yang sudah memiliki banyak klien pasti terbiasa dengan keberagaman kondisi fisik manusia. Lebih baik lagi ia akan memiliki kreatifitas dan inovatif dalam membuat program yang lebih menyenangkan.


3. Skill komunikasi

Skill komunikasi adalah nilai tambah bagi seorang personal trainer. Dengan skill komunikasi yang baik, keakraban akan terjalin lebih mudah. Kecanggungan akan minim terjadi. Lebih penting lagi, skill komunikasi yang baik akan membuat kita bisa mengerti dengan jelas arahan dari personal trainer tersebut. Jika seorang personal trainer memiliki skill komunikasi yang kurang baik, kemungkinan salah paham mengenai program latihan lebih tinggi.


4. Empati

Tak hanya dari kualitas intelektual, kita membutuhkan personal trainer yang memiliki kemampuan emosional yang baik. Terutama dari segi empati. Personal trainer yang baik, akan bisa berempati pada kesulitan-kesulitan yang dialami kliennya. Ia akan bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh kliennya. Ia akan berupaya lebih keras agar kliennya bisa melalui setiap kesulitan dengan baik.


5. Bisa Memotivasi

Kebugaran dan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang bagi beberapa orang bisa sangat membosankan. Akan ada tahap seseorang membutuhkan motivasi lebih agar tujuan fitnessnya tidak terhalang rasa malas dan bosan. Personal trainer yang baik, akan berusaha memotivasi kliennya agar tetap semangat.


Untuk mengurangi repotnya kamu dalam menyeleksi personal trainer yang berkualitas, pilih saja personal trainer dari Celebrity Fitness. Area Jakarta, untuk info lengkap bisa hubungi Tiyas di 081288535517. Semangat berolahraga!


Jumat, 12 Mei 2023

Bukan Tentang Buruh

Mia membuka sebuah album foto dan mengelus sosok laki-laki di dalamnya. Sosok bercelana denim abu-abu dengan kaos garis-garis. Air mata Mia menetes. Mia ingat sekali, sewaktu sekolah dulu ia sering malu untuk menulis pekerjaan bapaknya. Mia malu menulis kata buruh di formulir apa pun yang diminta oleh pihak sekolah. Mia tidak muluk-muluk, berharap ayahnya adalah seorang insinyur atau dokter. Hanya saja, buruh terasa sangat hina di telinganya.


Tinggal di ibu kota yang keras, Mia tahu bahwa pekerjaan bapaknya sebagai kuli panggul di pasar, adalah pekerjaan yang dipandang hina oleh orang lain. Selain menjadi kuli panggul, Bapak Mia juga kerap mengambil pekerjaan sebagai kuli bangunan. Intinya, pekerjaan itu hanya berputar di dunia perburuhan.


Perasaan buruk Mia ini bukan tanpa alasan. Selain karena statemen itu memang sudah menjadi statemen umum bagi banyak orang, Mia juga menyaksikan sendiri bagaimana bapaknya diperlakukan dengan hina. Pernah sewaktu-waktu, Mia mengantarkan makan siang untuk bapaknya yang sedang bekerja. Saat itu, Mia menyaksikan, seseorang mencaci maki bapaknya hanya karena reflek ingin bersalaman. Kotor, katanya. Padahal, tangan bapaknya sudah dicuci karena tahu makan siangnya sebentar lagi datang.


Sejak saat itu, Mia bercita-cita ingin memiliki pekerjaan yang lebih baik. Pekerjaan yang bukan buruh. Mia menuliskan cita-citanya itu di sebuah kertas karton sambil membayangkan sebuah pekerjaan yang akan terpampang di kartu identitasnya. Setiap hari menatap puas pada tulisan "Karyawan Swasta" yang selalu tertempel di dinding dekat tikar tidurnya.


Beranjak dewasa, Mia sadar, pemikirannya salah. Lingkungannya yang terlalu mengkotak-kotakkan profesi seseorang. Bagusnya, Indonesia saat ini sudah lebih baik. Rakyatnya pun sudah banyak yang cerdas. Sudah banyak yang sadar bahwa karyawan swasta dan kuli bangunan adalah sama-sama buruh. Dalam hierarki pekerjaan, semua divisi dari yang terendah sampai yang tertinggi saling membutuhkan. Bahkan di tengah perkembangan transformasi digital, buruh seperti bapaknya tetap dibutuhkan.


Tak peduli seperti apapun besarnya gaji seseorang, tidak ada yang berhak menghina bapaknya hanya karena pekerjaannya. Bapaknya mencari uang dengan cara yang baik, hingga Mia bisa bersekolah, dan kini Mia bisa menjadi karyawan swasta di perusahaan yang cukup bagus. 


Miya membalik foto berikutnya. Foto anak lelakinya yang sedang bermain peran di sebuah taman hiburan anak-anak. Anaknya tersenyum bangga, sambil memamerkan rumah yang ia susun dari bata buatan. Tahun ini sudah baik. Indonesia 2024 , pasti lebih baik lagi. 


Kamis, 11 Mei 2023

Tips Gym Anti Insecure

Ada banyak alasan seseorang malu mendatangi tempat gym. Sebagian besar alasannya karena rasa minder atau rendah diri. Jadi, pada tulisan kali ini, Tiyas akan membagi 4 tips yang diberikan oleh Celebrity Fitness untuk menghapus insecure kamu. Materi ini Tiyas kutip dari postingan akun instagram Celebrity Fitness Indonesia, ya.


Pict : Instagram Celebrity Fitness Indonesia

Ubah Insecure Jadi Powerful untuk Gym Beginner

Dari temanya kita bisa menebak bahwa tips yang akan dibagikan ini tidak hanya menghalau rasa insecure dari gym pemula. Lebih dari itu, tips ini akan membuat gym pemula merasa lebih siap dan lebih keren pastinya. Jadi, mari kita simak tipsnya.


Pict : Instagram Celebrity Fitness Indonesia

Tips pertama

Pilih Comfy Outfitmu

Kamu bisa mulai cek-cek lemari, pakaian olahragamu yang paling bagus. Kamu juga bisa mulai mencari di marketplace, pilihan outfit yang fashionable dan menunjang aktivitas olahraga kamu nantinya. Tidak ada salahnya juga, kamu membuka artikel-artikel yang membahas outfit untuk berolahraga. Dengan pakaian yang nyaman dan terlihat bagus, kamu pasti jadi lebih percaya diri.


Pict : Instagram Celebrity Fitness Indonesia

Tips kedua

Ajak Teman Ikutan Gym Party

Salah satu alasan seorang pemula merasa insecure di tempat gym, karena merasa kesepian. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya kamu mengajak bestie-mu untuk nge-gym bersama. Tips ini akan membuatmu jadi lebih bersemangat. Kebetulan sekali, Celebrity Fitness mempersilakan kamu yang ingin mengajak teman untuk trial gratis. Gimana? Sudah lebih semangat?


Pict : Instagram Celebrity Fitness Indonesia

Tips Ketiga

Hire PT untuk Jadi Cheerleader-mu

Kamu mungkin khawatir, di tempat gym tidak bisa melakukan banyak hal. Terutama, jika kamu tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan alat-alat di tempat gym. Sekalipun kamu tahu, kamu tidak yakin alat apa atau gerakan apa yang sesuai dengan goal fitness kamu. Kamu juga perlu seseorang untuk memantau perkembangan fitness kamu ke depannya.

Nah, tidak ada pilihan terbaik lain selain menggunakan personal trainer. Apalagi, kamu menggunakan personal trainer dari Celebrity Fitness yang sudah terjamin sertifikasinya. Personal Trainer Celebrity Fitness akan membuatkan program latihan yang sesuai dengan goal fitness kamu, membuat jadwal yang sesuai, memantau perkembangan, memotivasi, memberi tahu momentum yang sesuai dengan kondisi kamu, serta membantumu mendapatkan hasil maksimal dengan waktu minimum. Wah, kurang keren apa lagi coba?


Pict : Instagram Celebrity Fitness Indonesia

Tips Keempat

Ikutan Kelas yang Seru

Bayangan akan olahraga sendirian mungkin membuatmu gelisah. Kenapa kamu tidak ikut kelas saja? Ada banyak kelas yang bisa membantu goal fitness-mu. Kamu akan berolahraga dengan banyak orang yang memiliki tujuan sama dengan kamu.

Kabar gembira untuk kamu. Celebrity Fitness punya hampir 200 kelas dengan beragam jenis kelas dalam 1 Minggu. Jadi, kamu punya banyak sekali pilihan kelas yang bisa kamu ikuti. Kamu akan mendapat teman-teman baru, dan dilatih oleh intruktur kelas yang super seru. Wah, yakin masih bisa insecure?


Oke. Sudah tidak ada alasan untuk insecure. Kamu sudah punya perencanaan yang matang untuk kesehatan dan body goal kamu. Yuk, mulai nge-gym. Info membersip Celebrity Fitness boleh tanya-tanya Tiyas di 081288535517. Sampai jumpa di club!

Rabu, 10 Mei 2023

Cek Fakta : Ibu Rumah Tangga Tidak Perlu Olahraga

Pentingnya olahraga bagi kesehatan adalah fakta tak terbantahkan. Dengan banyaknya variasi olahraga pada saat ini, banyak orang memilih olahraga sebagai salah satu hobinya. Namun, ada juga yang merasa tidak memerlukan olahraga khusus karena merasa aktivitas harian sudah termasuk olahraga.

Seorang pekerja lapangan, yang setiap harinya melakukan aktivitas fisik, bisa saja merasa tidak lagi memerlukan olahraga. Begitu pun dengan ibu rumah tangga yang memiliki banyak sekali aktivitas fisik di rumah seperti menyapu, mencuci, dan mengurus anak. Meski begitu, benarkah olahraga tidak lagi diperlukan? Mari kita cek faktanya.


Pertama, kita perlu tahu pengertian dari olahraga. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, olahraga adalah aktivitas (gerak badan, kegiatan) yang memerlukan ketangkasan, kemahiran, atau tenaga (seperti sepak bola, berenang, catur, lempar lembing) yang dilakukan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh atau sebagai acara permainan, pertandingan, dan sebagainya.

Sedangkan, dikutip dari Kompas.Com, setiap kegiatan sehari-hari seperti naik tangga, berkebun, membereskan rumah, adalah contoh dari aktivitas fisik. Sementara itu olahraga adalah bentuk khusus dari aktivitas fisik, yang terencana dan sengaja dilakukan untuk menyehatkan badan.

Dari definisi itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa olahraga bukanlah sekedar gerak tubuh biasa. Olahraga adalah gerak tubuh yang membutuhkan intensitas tinggi dan membutuhkan stamina.

Aktivitas sehari-hari, belum cukup untuk meningkatkan metabolisme. Aktivitas sehari-hari juga cenderung memberatkan satu titik tertentu saja. Misalnya, ibu rumah tangga bisa saja memiliki ketahanan yang cukup, tapi kekuatan lengannya kurang. Atau, bisa saja ia memiliki kekuatan yang cukup baik, tapi mudah ngos-ngosan dan tubuh cenderung kaku. Olahraga, akan melengkapi kekurangan itu.

Olahraga yang sesuai, akan melatih kekuatan dan ketahanan otot, kelenturan tubuh, juga kekuatan jantung dan paru-paru. Hasilnya, adalah aktivitas keseharian akan terasa lebih ringan dari sebelumnya. Seorang ibu jadi tidak mudah lelah.

Dari sekian banyak pilihan olahraga, pilih olahraga yang menyenangkan. Bonus yang akan didapat adalah berat badan ideal dan stress yang berkurang. Jadi, faktanya, seorang ibu rumah tangga tetap perlu berolahraga, ya.


Ikuti kelas-kelas asik seperti Yoga, Cycling, Zumba dan Body Combat di Celebrity Fitness ya. Untuk kamu yang tinggal di Jakarta silakan klaim trial gratis dengan menghubungi Tiyas di 081288535517. Sampai jumpa di club!

Selasa, 09 Mei 2023

Diet? Lakukan Dua Hal Ini

Hai, aku Tiyas. Apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Tubuh dengan berat badan ideal merupakan idaman bagi sebagian besar orang. Selain untuk tampilan yang lebih menarik, juga karena alasan kesehatan. Orang dengan berat badan ideal tentu memiliki peluang lebih besar untuk tubuh lebih sehat.

Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk menurunkan berat badan. Dua hal utama yang harus perhatikan adalah memperhatikan pola makan dan melakukan kegiatan olahraga. Jika salah satunya tidak dilakukan, maka diet itu tidak akan efektif.

Coba perhatikan lagi. Apakah kamu sudah melakukan keduanya dengan baik? Atau kamu tipe yang menyepelekan salah satu bahkan keduanya? Mari cerahkan pengetahuan kamu agar tubuh idamanmu segera tercapai, ya.


Tulisan Tiyas kali ini akan membahas tiga hal :

A. Mengatur Pola Makan

B. Berolahraga Rutin

C. Diet Efektif dengan Menjaga Pola Makan dan Olahraga Rutin

Yuk, kita simak pembahasannya. Let's go!


A. Mengatur pola makan

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa mengatur pola makan adalah kunci utama untuk menurunkan berat badan. Saat melakukan diet, kamu perlu memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuhmu.


1. Lakukan defisit kalori

Sebelum mengurangi asupan kalorimu, cek dulu BMR-mu dan perhatikan angkanya. BMR adalah jumlah kalori yang terbakar setiap harinya. Dari angka itu, maka kamu bisa menentukan berapa asupan kalori yang bisa kamu makan. Lakukan defisit kalori agar berat badanmu turun perlahan. Nah, sudah terbayang ya.


2. Makanan Sehat

Makanan sehat adalah makanan yang diolah dengan tepat. Kurangi asupan gula dan lemak. Bukan berarti kamu tidak boleh memakan lemak sama sekali, karena lemak dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber tenaga untuk aktivitas sehari-hari kamu. Namun, kurangi porsinya dan pastikan lemak yang kamu konsumsi bukan lemak jenuh.


B. Olahraga Rutin

Banyak orang yang malas berolahraga. Berbagai alasan muncul sebagai penolak aktivitas penting ini. Mulai dari kesibukan, terasa membosankan hingga alasan ketidakmampuan fisik. Padahal, olahraga merupakan aktivitas yang penting bagi tubuh apalagi bagi yang ingin menurunkan berat badan.

Ada banyak pilihan olahraga yang tidak memakan waktu dengan suasana yang menyenangkan. Olahraga juga bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik setiap orang. Itu sebabnya, kamu perlu mengetahui kekuatan dan ketahanan tubuhmu. Ada dua olahraga utama yang dibutuhkan oleh kamu. Tiyas bahas di bawah, ya.

Pertama, kamu perlu melakukan olahraga cardiovascular yang bermanfaat untuk membakar lemak berlebih dalam tubuh. Termasuk lemak berlebih dalam darah dan lemak viseral yang terdapat di perutmu. Jadi, selain lemak kamu berkurang, kamu juga akan lebih sehat. Paru-paru dan jantung kamu juga akan terlatih, yang menyebabkan kamu tidak mudah lelah. Contoh olahraga kardio adalah berlari dan bersepeda.

Kedua, lakukan olahraga angkat beban. Olahraga ini membutuhkan kekuatan dan ketahanan dalam tubuh kamu. Karena terkesan membosankan dan melelahkan, olahraga ini kerap disepelekan. Padahal, angkat beban diperlukan agar masa otot kamu naik dan tubuhmu akan terlihat lebih padat.


C. Diet Efektif dengan Mengatur Pola Makan dan Olahraga Rutin

Kamu mungkin bertanya-tanya tentang alasan harus melakukan keduanya. Alasan utamanya adalah metabolisme meningkat. Metabolisme adalah proses ketika tubuh mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Rutin olahraga dan pola makan tertentu, membantumu mempercepat prosesnya. Mengurangi makan saja tanpa berolahraga, tidak efektif untuk menurunkan berat badan karena makanan yang kamu makan akan lebih banyak tertimbun dibanding terolah menjadi energi.

Kesimpulannya, jika metabolisme kamu baik, makanan yang kamu makan akan lebih cepat diproses. Bonusnya, dengan makanan sehat dan olahraga teratur, kamu akan memiliki tubuh lebih sehat. Stamina kamu akan terlatih, fisik lebih kuat, dan tidak mudah sakit.

Kamu mungkin masih memiliki kebingungan. Misalnya, untuk menentukan asupan nutrisi yang tepat dan program olahraga yang tepat. Sebagai membership consultant dari Celebrity Fitness. Tiyas membawa kabar gembira untuk kamu!

Pict : Instagram Fitness Indonesia

Bergabung dengan Celebrity Fitness sekarang, dan rasakan kegiatan olahraga yang menyenangkan. Setiap minggunya, ada hampir 200 kelas seru yang bisa kamu nikmati. Mulai dari yoga, kelas sepeda, hingga body combat dan zumba.

Kamu juga bisa mendapat program yang tepat terkait nutrisi dan olahraga, dengan bantuan personal trainer. 

Jadi, sudah siap untuk diet sehatmu? Mulai sekarang, ya.

Untuk kamu yang saat ini berada di area Jakarta, boleh wa Tiyas di 081288535517. Sampai jumpa di club!