Minggu, 11 Juni 2023

Review Buku : The Society of S

Judul Buku : The Society of S

Penulis : Susan Hubbard

Alih Bahasa : Vita Yuliani K

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2009

Jumlah halaman : 392 halaman


"Kalau kau ingin bersembunyi dari dunia, tinggallah di kota kecil, di mana semua orang sepertinya anonim."

Demikian nasihat dari Ariella Montero, remaja dua belas tahun yang tinggal dengan ayahnya di Saratoga Springs, New York,

di rumah yang lebih banyak dihantui rahasia daripada kenangan. The Society of S melacak perjalanan Ariella ke Asheville dari Savannah, hingga ke Florida, saat ia tahu bahwa semua yang ia ketahui tentang keluarganya adalah dusta.

Ketika menemukan ibunya, ia baru tahu yang sebenarnya: Ariella adalah anggota baru Masyarakat S.

S adalah singkatan dari Sanguinis: sekte pencinta lingkungan yang memusatkan perhatian mereka pada masalah etika dan hak asasi manusia-meskipun secara kebetulan mereka juga vampir. S juga kependekan dari Sinestesia: kemampuan melihat kata-kata dan huruf dalam warna-warni. Huruf S adalah keberuntungan bagi Sara, ibu Ariella, yang tertarik pada kota-kota seperti Savannah dan Sarasota. Tapi apakah itu juga akan menjadi huruf keberuntungan bagi Ariella?



Ariella baru menyadari berapa kontras kehidupannya setelah melihat bagaimana kehidupan keluarga temannya, Kathleen. Ariella yang hanya mengikuti kelas di rumah bersama Dennis dan ayahnya, rumah Ariella yang berisi buku-buku -sangat banyak buku-, keluarga mereka yang tidak menonton televisi, dan hidup keluarga mereka yang terasa terlalu tertata, menjadi sebagian buktinya. Kehidupannya menjadi semakin terlihat berbeda setelah Ariella menonton film vampir pertamanya.


Dalam sudut pandang orang ketiga, penulis mengajak pembaca menyelami pemikiran seorang anak remaja yang sedang beranjak dewasa. Bukan sembarang remaja, melainkan seorang remaja yang telah dididik oleh ayahnya menjadi remaja dengan pemikiran logis dan kritis. Bukan berarti Ari -panggilan akrab Ariella- menjadi gadis lugu, jiwa remaja yang beranjak dewasa ini juga terus memberinya banyak pengalaman baru. Hal-hal yang terus membuat Ayah Ari menatap khawatir. Sekhawatir Ari yang tak bisa melihat sosok ayahnya dalam foto yang dicetak Kathleen.


Pertanyaan demi pertanyaan menekannya dan Edgar Allan Poe menjawabnya sedikit demi sedikit. Hanya sedikit. Meski begitu, Edgar Allan Poe justru memberi lebih banyak tanda tanya tentang ibunya. Pertanyaan itu semakin menggunung saat Kathleen mati dengan malangnya. Setelahnya, butuh tiga bab untuk Ayah Ari menyelesaikan cerita tentang dia dan Sara Stephenson, Ibu Ari.


Bab Sepuluh, Ari memulai pembangkangan pertamanya. Dipandu oleh huruf favorit ibunya -huruf s-, Ari mencari keberadaan Sara Stephenson. Kali ini, fakta demi fakta menjadi semakin jelas. Ibunya semakin dekat, sedekat orang yang membuat keluarga Ari menjadi tercerai-berai seperti ini.


Saya menyukai buku ini. Alasan utamanya, karena buku ini berisi tentang pecinta buku. Saya menyukai saat-saat Ariella membahas buku dengan ayahnya. Meski begitu, buku ini butuh konsentrasi yang tinggi saat membacanya, dan dalam beberapa bagian perjalanannya terasa terlalu beruntung.


Bagaimanapun, kisah perjalanan Ari layak untuk dibaca. Fakta unik lain yang saya temukan saat membuat review buku ini adalah, "ternyata belum banyak pembaca Indonesia yang membuat ulasan tentang buku ini."


Tentang Penulis :

Susan Hubbard adalah seorang penulis fiksi Amerika dan profesor emerita di University of Central Florida. Dia telah menulis tujuh buku fiksi, dan merupakan pemenang Associated Writing Program Prize for Short Fiction dan Janet Heidinger Kafka Priz untuk buku prosa terbaik tahun ini oleh seorang wanita Amerika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar