Sabtu, 20 Mei 2023

Hai, Shila

Aku menjalani hari-hari dengan kesibukan. Hati dan pikiranku penuh dengan aktivitas harian dan harapan akan berbagai cita di masa depan. Lalu... sesekali aku mengingatmu.


Tanpa sadar aku mengetik namamu di aplikasi pesan. Mencari kontakmu, berharap ada foto profil berisi wajahmu yang bisa kulihat. Mencari jejak-jejak keberadaanmu, yang tidak tahu kubutuhkan untuk apa. Kemudian, yang bisa kulakukan setelahnya hanya menghela napas. Menertawakan diriku yang seperti orang tidak punya kesibukan.


Aku tahu, sudah tidak ada tempat bagiku. Sebagai sahabatmu, aku bukanlah prioritas utama. Ada keputusanmu yang harus kuhormati sepenuh hati. Kebahagiaanmu, dan kebahagiaan orang-orang yang bisa membahagiakanmu, adalah bahagiaku juga. Aku tahu semua yang ada kepalamu, dan aku harap tidak ada yang kau khawatirkan setelah keputusan itu dibuat. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit rindu dan mengkhawatirkanmu. Aku terlalu mengenalmu hingga sulit untuk mengabaikanmu.  Aku rasa kau juga akan memaafkanku jika hanya sebatas itu kan?


Aku masih Tiyas yang kau kenal. Aku masih Tiyas yang mudah tertawa. Aku masih Tiyas yang menyayangimu. Aku masih Tiyas yang menutup mata saat menonton adegan penyihir jatuh dari menara Rapunzel.


Meski begitu, tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku tidak lagi mengharapkan kematian. Kalaupun keinginan itu datang lagi, aku bisa mengatasinya. Kau tahu aku sudah kuat sejak dulu. Aku lebih kuat lagi saat ini. Aku masih mudah mengeluh, tapi kali ini keluhanku tidak terlalu lama.


Aku sering menganggapmu lebih lemah dariku. Haha, maaf. Namun, itulah yang membuatku ingin melindungimu. Walaupun, di sisi lain aku percaya pada kekuatan dalam hatimu yang tak bisa kau lihat. Hatimu rapuh, dan kau seringkali tidak bisa menjaga fisikmu dengan baik. Mesti kepalamu berisik dengan makianmu sendiri, mentalmu seperti baja yang bisa menahan semuanya sendiri.


Syukurlah, kali ini kau tidak sendiri lagi. Syukurlah kali ini bertambah alasanmu untuk hidup. Syukurlah, bertambah orang yang ingin membahagiakanmu. Aku tidak memaksamu untuk melihatku lagi. Aku hanya ingin kau ingat bahwa aku tidak pernah pergi. Aku bergerak maju bersamamu. Aku akan ada, saat kau siap menemuiku. Aku akan ada, saat kau membutuhkanmu. Kuharap, kau akan menemuiku juga, saat kau ingin membagikan betapa bahagianya kau setelah bersamanya. Aku di sini, datanglah kapanpun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar