Kamis, 25 Mei 2023

Analisis Novel A Little Princess

Judul buku: A Little Princess

Nama penulis: Franches Hodgson Burnett

Tebal halaman : 312

Nama penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 1905 November 2010

Nomor ISBN: 978-979-22-6406-7


Sinopsis: 

Novel ini bercerita tentang kisah hidup Sara Crewe, seorang gadis cantik berdarah Eropa tapi terlahir di India. Ayahnya, Kapten Crewe, adalah seorang pengusaha sukses di India. Meninggalnya Ibu Sara saat melahirkannya, membuat Kapten Crew sangat memanjakannya. Masa kecil Sara penuh dengan dengan gaun-gaun indah, topi bulu yang cantik, dan banyak sekali mainan yang diinginkan oleh semua anak perempuan.


Meski dimanjakan ayahnya, Sara bukanlah anak yang sombong. Karena kegemarannya berimajinasi, Sara selalu membayangkan bahwa ia adalah seorang putri raja. Hal ini membuat Sara merasa harus bersikap baik dan bijaksana layaknya putri raja. Oleh karena itu, Sara tidak seperti anak-anak yang lainnya. Sara adalah seorang anak kecil yang terkadang berpikiran terlalu dewasa. Ia sangat senang membaca buku, buku apapun—dongeng, Revolusi Prancis (dalam bahasa Prancis), dan banyak buku lainnya. 


Pada usia 7 tahun Sara pindah dari India ke London. Ia disekolahkan oleh ayahnya di sebuah asrama sekolah yang bergengsi. Karena kekayaan Kapten Crewe, Miss Minchin, si pemilik sekolah yang serakah dan gila harta sangat menganakemaskan Sara. Dia mendapatkan kamar khusus dan juga seorang pelayan pribadi untuk mengurus semua keperluannya selama bersekolah di London. Tak hanya berlimpah harta, Sara juga anak yang cerdas dan sopan. Sara juga ramah dan pandai bercerita. Ia bercerita seolah sesuatu benar-benar terjadi, membuat siapapun yang mendengarnya terpesona dan ingin mendengarkan ceritanya sampai habis. 


Hingga, tepat saat dia berulang tahun yang kesebelas, kehidupan Sara berubah drastis. Ayahnya meninggal dan sama sekali tidak meninggalkan warisan sepeser pun bagi Sara. Tak lagi memiliki uang, Miss Minchin pun memperlakukannya dengan sangat buruk. Dia yang semula menempati kamar khusus, dipindah ke kamar kecil di bawah atap. Semua barangnya disita dan dia dijadikan pelayan. Dia juga tidak diperbolehkan berkumpul dengan murid-murid yang lain. Ia menjadikan Sara salah satu pelayan yang selalu disuruh untuk melakukan segala hal. Tapi Sara tidak pernah berubah, ia masih sama, Sara yang selalu membayangkan dirinya adalah seorang putri raja dan selalu bisa menghidupkan imajinasinya. Selain itu, temannya kini hanya beberapa anak malang yang menggap Sara sebagai panutan.


Suatu hari Sara bertemu dengan pembantu rumah sebelah saat sedang bermain-main di jendela atap. Sejak pertemuan itu, hidup Sara yang sengsara perlahan-lahan mulai berubah. Kejutan demi kejutan diterima Sara. Dan puncaknya, suatu kejadian mempertemukannya dengan ‘Seorang Bapak dari India”. 


Seorang Bapak dari India itu bernama Mr. Carrisford dan dia ternyata kawan dari Kapten Crewe. Dialah yang mengajak Kapten Crewe untuk menanamkan semua hartanya di suatu bisnis tambang berlian. Sempat ada masalah yang mengakibatkan semua harta mereka hilang. Hal ini yang menyebabkan Kapten Crewe jatuh sakit lalu meninggal. 


Di kemudian hari, masalah tersebut ternyata bisa diselesaikan dan harta mereka bisa kembali lagi. Mr. Carrisford merasa berdosa dan bertekad mencari keberadaan anak kawannya untuk menyerahkan kembali hartanya. 


Sungguh tak disangka, anak yang dicari-carinya selama dua tahun ternyata hidup di sebelah rumahnya. Mr. Carrisford tidak mengijinkan Sara kembali ke asrama. Dia menjadi wali untuk Sara dan mewariskan semua hartanya untuk anak perempuan itu.


Kelebihan:

Buku ini sangat cocok menjadi bacaan para gadis cilik, imajinatif dan ekspresif dengan ending yang tidak mengecewakan. Penulis bisa membawa pembaca ke dalam suasana kota London era Victoria di musim dingin. Begitu pun dengan suasana terharu akan ketegaran, kesabaran, ketulusan, dan keberanian seorang Sara Crewe. 


Buku ini juga adalah sebuah buku yang sangat inspiratif. Hal ini terbukti dengan dibuatnya beberapa film yang berdasarkan cerita dari novel ini sejak tahun 1917.


Kekurangan:

Novel ini bisa jadi kurang cocok untuk menjadi bahan bacaan anak-anak di era sekarang, mengingat ini adalah novel klasik yang cara penulisannya sangat baku. Ditambah lagi, kurangnya ilustrasi dan tebalnya buku bisa membuat anak-anak yang membaca tidak menyelesaikan bacaan sampai selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar